Sabtu, 15 Juli 2017

Ramadan Tamu Agung Kita


Saudara muslimku yang dicintai Allah...

Bulan Ramadan adalah tamu agung kita. Ia datang bertandang kepada kita seraya memuji Allah, dalam kondisi yang prima dan sejahtera. Maka hormatilah kehadirannya dengan penghormatan terbaik berupa pemaksimalan kita dalam ibadah shaum, qiyam, i’tikaf di rumah-rumah Allah, serta aktifitas mengkaji dan mempelajari kitabullah

Muliakanlah tamu agung kita dengan seluruh amal saleh kita. Dan marilah memanajemen keadaan kita agar aktifitas dunia, harta kekayaan dan anak-anak kita tidak menyebabkan kita lalai, teledor dan tidak mengindahkan waktu demi waktu Ramadan untuk melakukan ketaatan demi ketaatan.
Saudara muslimku yang dicintai Allah...

Sungguh andai kita merenungkan tiga ayat alquran yang Allah turunkan untuk kita, tentu sudah teramat sangat cukup sebagai bahan nasehat dan pelajaran. Allah berfirman;

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. 63: 9). Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antaramu; lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’. (QS. 63: 10). Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 63: 11).”

Saudara muslimku yang dicintai Allah...

Sejatinya, uraian singkat di atas adalah dalam rangka menegur diriku sendiri. Barangkali, ini salah satu caraku menasehati hati. Memecut semangat diri. Andai ada nasehat yang berarti, tentu tak akan rugi jika kita saling berbagi.

‘ala kulli hal, semoga Allah membantu kita dalam setiap upaya kita memaksimalkan diri mengisi waktu demi waktu ramadan ini dengan ketaatan demi ketaatan. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam meniti jalanNya. Jalan yang diridaiNya. Jalan yang dianugerahkan kepada orang-orang saleh, para nabi dan rasulNya. Semoga Allah selalu menolong kita, agar tidak terlena pada hal-hal yang melalaikan kita dari menaatiNya. Semoga Allah memudahkan kita dalam berbuat taat padaNya. Semoga Allah menetapkan kita, hingga akhir hayat kita, sebagai hambaNya yang saleh, layak meraih ridaNya dan Allah rida pada kita. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadiw wa’ala alihi wa shahbihi wa man tabi’ahu bi ihsanin ila yaumiddin... Amin...   

Terima kasih telah turut berdoa,
Pondok Melati, 03-Juni 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar dari Piagam Madinah

Genealogi pertama sebuah negara berbasis Islam mestinya adalah Madinah. Sejarah mencatat, proklamator negara ini adalah pembawa ar r...