Sabtu, 15 Juli 2017

Belajar dari Piagam Madinah




Genealogi pertama sebuah negara berbasis Islam mestinya adalah Madinah. Sejarah mencatat, proklamator negara ini adalah pembawa ar risalah al Islamiyah, Rasulullah Muhammad Saw. Namun beliau tidak serta merta menamai negara yang dibangunnya sebagai negara Islam atau pun khilafah. Islam tidak direfleksikannya dengan penyebutan negara Islam atau negara syariah. Bukan dalam bentuk formal negara. Tapi Islam ditampilkan dalam nilai, perilaku dan perbuatan, dalam tatanan sosial, interaksi antar individual, antar golongan, antar elemen umat dan suku bangsa. Islam ditampilkan dalam karakter kehidupan berbangsa dan bernegara.  

Semua elemen bangsa yang hidup di Madinah, mempunyai hak yang sama atas negaranya, dan mempunyai kewajiban yang sama. Tidak ada perbedaan apakah mereka seorang pendatang atau penduduk asli, muhajirin atau anshar. Tidak ada perbedaan apakah mereka seorang muslim atau yahudi. Mereka terikat pada perjanjian yang sama, perjanjian yang ditetapkan sebagai dasar berbangsa dan bernegara oleh proklamatornya, Muhammad Saw., yang disebut dengan “Piagam Madinah”. Maka di antara isinya tertera, “perjanjian ini tidak boleh dilanggar kecuali memang dia orang yang zalim atau jahat.” (Shafiyyurrahman, 1997).

Orang yang zalim dan jahat itu adalah orang yang melanggar perjanjian. Orang yang merendahkan falasafah negara, piagam madinah. Karena piagam madinah sejatinya adalah falsafahnya sebuah bangsa dan negara yang dibangun oleh Rasulullah Saw. Maka itu berarti kedudukannya sama dengan falsafah – falsafah kenegaraan negara yang lain di bumi ini. Itu berarti sama dengan pancasila, falsafahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   Ini hanya sebuah penerapan dangkal, memang, dari kaidah analogi, qiyas, dalam usul fikih.

Namun coba renungkan sekali lagi, Rasulullah Muhammad Saw., itu adalah representasi Islam yang menetapkan piagam madinah untuk negara yang didirikannya.  Berbicara tentang fissilmi kaffah, masuk Islam secara kaffah, yang selama ini di tarik – tarik ke sana ke mari sebagian kalangan aktifis Islam, maka silahkan dijawab kurang kaffah bagaimana keislaman Rasulullah Saw? Faktanya kaffahnya beliau dalam berislam tidak mendorongnya membentuk negara berplang madinah syariah, daulah syariah atau khilafah. Tidak ada. Negara khilafah bukan gagasannya. Tapi Madinah dengan asasnya al watsiqah, piagam atau ad-dustur, undang-undang. Terminologi kuno lebih mengenalnya sebagai lembar kesepakatan, ash-shahifah. Itu sejatinya dasar negara dan sekaligus falsafah hidup bangsanya. Semua lapisan bangsa apa pun latar belakangnya jika menghendaki hidup di Madinah, pilihannya satu tunduk dan patuh pada perjanjian tersebut. 

Maka di Indonesia, funding father negara ini memilih pancasila setelah mengalami akselerasi demi merangkul semua kalangan, sebagai dasar dan falsafah bangsa dan negara. Maka hukumnya atas bangsa Indonesia di hadapan pancasila dalam kontek bernegara dan berbangsa berstatus sama dengan hukum yang mengikat warga Madinah kala itu, mestinya. Semua lapisan patuh dan tunduk pada Pancasila. Dan mafhum mukhalafahnya adalah bahwa mereka yang memilih ingkar sama dengan berkhianat yang dalam term piagam madinah disebut zalim atau jahat.

Dalam Piagam Madinah, bangsa yang setia harus saling bahu membahu melawan segala upaya pengingkaran terhadap isi piagam tersebut. Melawan semua tindak penghianatan dan kezaliman. Termasuk saling bahu membahu melawan pihak yang hendak menyerang dan menghancurkan Madinah. (Mahdi, 2005). Maka di sini pun, peran warga dan bangsa Indonesia harus bahu membahu melawan segala upaya pengingkaran, perlawanan dan penghianatan diam-diam atau terang-terangan terhadap pancasila, termasuk harus saling bahu membahu dalam menghadapi musuh yang hendak membatalkannya dan berupaya menghancurkan NKRI.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq...
Hamdi Aziz, Pondok Melati, 01-05-2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar dari Piagam Madinah

Genealogi pertama sebuah negara berbasis Islam mestinya adalah Madinah. Sejarah mencatat, proklamator negara ini adalah pembawa ar r...