Tanggung jawab dakwah ini ada di pundak kita. Kita yang harus memikulnya.
Kita yang harus mengembannya. Kita yang harus membawanya agar sampai kepada
orang-orang yang tidak memegang kebenaran agama kita. Kita yang harus
memperkenalkannya kepada orang-orang yang tidak mengenal ajaran agama kita.
Kita yang harus menjadikan diri kita teladan dalam keluhuran syariat-syariat
yang diteladankan oleh nabi kita.
Jika perilaku kita, akhlak kita, perbuatan kita, kata-kata kita mampu
menjadi kaca cermin bagi orang-orang yang memerlukan teladan kebaikan. Dakwah akan berjalan tanpa perlu pedang.
Dakwah akan mengalir tanpa jurang permusuhan.
Kita hanya perlu merawat pohon iman, akhlak dan kesabaran. Iman harus
selalu melandasi perjuangan dalam dakwah. Akhlak harus selalu menjadi pakaian
kebesaran dalam dakwah. Dan kesabaran harus selalu menjadi nafas perjuangan
dalam dakwah.
Kalaulah dakwah tanpa iman, untuk apa dakwah kita. Apakah tujuan dakwah
kita. Iman menghendaki keselamatan. Iman menjanjikan kesejahteraan, dunia dan
akhirat. Namun jika dakwah berlandaskan kekerasan, bukan kesejahteraan yang
dijanjikan tapi kehancuran. Karena perlawanan besar akan bermunculan. Dakwah sama
sekali tidak memerlukan tangan-tangan kekerasan. Sama sekali tidak.
Betapa sejarah telah memperlihatkan kelemah lembutan mampu membuka pintu-pintu
hati yang tertutup. Kesabaran mampu mendobrak pikiran yang gelap. Keluhuran akhlak
menjadi kekuatan yang paling berkesan dalam menundukkan lawan tanpa memancing perlawanan.
Inilah ruh – ruh dakwah yang kini hampir punah. Ruh – ruh dakwah yang
seringkali terabaikan dari tangan dan lidah para pendakwah. Inilah yang seharusnya
terus menerus di siram dan di semai. Akhlak yang luhur, iman dan kesabaran yang
tak berbatas. Ilmu yang selalu di asah tanpa kenal lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar